basmi rayap industri makanan dan minuman

Basmi Rayap Berbuah Kematian Otak di AS, Ini Tanggapan Terminix Indonesia

Posted on February 9, 2016 ยท Posted in General

Seorang bocah di Florida mengalami kematian otak, diduga keracunan gas sulfuryl fluorise untuk membasmi rayap. Metode serupa tidak dipakai di Indonesia.

Diberitakan detikHealth sebelumnya, bocah bernama Peyton McCaughey muntah-muntah lalu dirawat berminggu-minggu di rumah sakit hingga akhirnya dinyatakan mengalami kematian otak. Ini terjadi setelah pembasmian rayap di rumahnya yang menggunakan jasa pengendali hama Terminix.

Direktur Utama PT Agricon Putra Citra Optima, Harlan Bengardi selaku pemegang lisensi Terminix di Indonesia, Malaysia, dan Brunei menjelaskan bahwa dalam kasus tersebut pembasmian rayap dilakukan dengan metode tarping fumigation atau fumigasi terpal.

“Kurang tepat disebut fogging. Pada metode tarping fumigation, rumah ditutup terpal dan memang tidak boleh ditempati selama kurang lebih 3 hari,” kata Harlan saat dihubungi detikHealth, Kamis (10/9/2015).

Tarping fumigation biasanya dipakai untuk membasmi jenis rayap kayu kering. Cara kerjanya, rumah yang akan dibersihkan dari rayap kering ditutup terpal besar lalu di dalamnya akan disemprotkan gas sulfuryl fluorise. Gas ini akan membentuk racun bagi rayap.

Secara teknis, fumigasi juga berbeda dengan fogging atau pengasapan pada pemberantasan nyamuk dewasa. Fogging dilakukan dengan pestisida yang dilarutkan, lalu disemprotkan tanpa ditutup terpal. Biasanya digunakan untuk keperluan pembasmian hama eksternal.

Berbeda dengan tarping fumigation, fogging dilakukan tanpa menutup rumah dengan terpal.

Harlan memastikan, metode tarping fumigation tidak digunakan oleh Temix Indonesia karena jenis rayap di Indonesia berbeda. Jenis rayap yang dominan di Indonesia menurut Harlan adalah rayap tanah. Metode yang efektif untuk membasminya adalah metode injeksi dan pengumpanan.